riskafriolita9

Just another WordPress.com site

MIKROSKOP (Pengamatan Sel) Desember 22, 2011

Filed under: Uncategorized — riskafriolita9 @ 7:28 am
Tags:

Laporan Pratikum

“MIKROSKOP”

 

Disusun oleh :

  Edris Sudrajad                   (A1G010053)

Adisti                                       (A1G010063)

Hariati Kusmana             (A1G010073)

Riska Friolita F                  (A1G010084)

Dosen Pembimbing :    

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

Laporan praktikum(kegiatan 2)

Mikroskop

 

  1. A.    TUJUAN
    1. Mahasiswa dapat mengenali komponen-komponen mikroskop
    2. Mahasiswa dapat menggunakan mikroskop
  1. B.     LANDASAN TEORI

Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktikum biologi di sekolah. Mikroskop berfungsi untuk melihat benda-benda atau organisme yang berukuran sangat kecil. Jenis mikroskop yang banyk digunakan di sekolah adalah Mikroskop monokuler. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju. Ada beberapa mikroskop yang kita kenal, yaitu: Mikroskop sederhana, mikroskop monokuler, mikroskop fase kontras, dan mikroskop electron.

Dari berbagai mikroskop itu mikroskop elektron yang paling memiliki perbesaran paling tinggi, dapat memperbesar benda sampai 500.000 kali. Mikroskop ini menggunaakan elektron sebagai pengganti cahaya pada mikroskop cahaya.

Satuan yang biasa digunakan pada obyek yang dilihat melalui mikroskop adalah mikron (1 milimeter = 1000 mikron). Perbesaran total didapat dari hasil perkalian perbesaran lensa obyektif dengan lensa okuler. Mosalnya: pengamatan dengan menggunakan lensa objectif dengan pembesaran 40 kali dan lensa okuler perbesaran total adalah = 10 x 40 =400 kali ukuran semula.

Bagian-bagian mokroskop

  • Lensa okuler
  • Tabung mikroskop
  • Tombol pengatur fokus kasar
  • Tombol pengatur fokus halus
  • Revolver
  • Lensa objektif
  • Lengan Mikroskop
  • Meja Preparat
  • Penjepit objek Glass
  • Kondensor
  • Diafragma
  • Reflektor/cermin
  • Kaki Mikroskop

Fungsi bagian-bagian mikroskop

  • Lensa Okuler

Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif

  • Tabung Mikroskop

Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan

  • Tombol Pengatur fokus kasar

Untuk mencari fokus bayangan obyek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik secara cepat

  • Tombol pengatur fokus halus

Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehngga tabung mikroskop turun atau naik secara lambat

  • Revolver

Untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan

  • Lensa objektif

Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.

  • Lengan mikroskop

Untuk pegangan saat membawa mikroskop

  • Meja Preparat

Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati

  • Penjepit objek glass

Untuk menjepit preparat diatas meja preparat agar preparat tidak bergeser.

  • Kondensor

Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop

  • Diafragma

Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.

  • Reflektor/cermin

Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya kedalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalnya sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misal sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.

  • Kaki Mikroskop

Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan tangan mantap di atas meja.

C.    ALAT DAN BAHAN

  • Mikroskop
  1. D.    LANGKAH KERJA
  • Siapkanlah sebuah mikroskop cahaya
  • Amati mikroskop tersebut
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
  • Tuliskanlah bagian-bagian mikroskop tersebut beserta fungsinya.

  • LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
  • LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
  • TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
  • MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
  • MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
  • REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
  • REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
  • DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
  • KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
  • MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
  • PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
  • LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
  • KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
  • SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

 

 

 

Laporan praktikum(kegiatan 3)

SEL

 

  1. A.    TUJUAN
    1. Mahasiswa dapat membedakan sel hidup dengan sel mati
    2. Mahasiswa dapat mengenali organela-organela sel
    3. Mahasiswa dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan
  2. B.     LANDASAN TEORI

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan dan berlangsung di dalam sel. Oleh karena itu, sel dapat berfungsi autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Semua organisme selular terbagi kedalam dua golongan besar bedasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota. Organisme proakriota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archae, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, ornganel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota mwmiliki bwbwrapa kromosom linear didalam nuklei, di dalamnya terdapat sederat molekul DNA yang sangat panjang yang terbagia dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

Hewan tingkat tinggi tergolong ke dalam organisme eukariota. Sel pada hewan memiliki beberapa organela yang dipisah oleh membran, yaitu: reticulum, endoplasma, mitikondria, ribosom, lisosom.

Tumbuhan juga tergolong ke dalam organisme eukariota. Namun, sel tumbuhan sedikit berbeda dengan sel hewan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel dan organela untuk fotosintesis, kloroplast.

  1. C.    ALAT DAN BAHAN
  • Mikroskop
  • Cutter/silet
  • Kaca preparat
  • Kaca penutup
  • Tusuk gigi
  • Metilin blue
  • Gabus singkong
  • Bawang merah
  1. D.    LANGKAH KERJA

Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong

  • Sayatlah gabus singkong setipis mungkin secara melintang
  • Letakkan sayatan pada kaca preparat
  • Tetesi sayatan dengan metilin blue
  • Tutup sayatan dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat  di bawah mikroskop
  • Amati preparat melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu

Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah

  • Ambilah satu siung bawang merah
  • Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin
  • Letakkan lapisan tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat dibawah mikroskop
  • Amati bawang merah tersebut melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampakmdalam preparat

Kegiatan III mengamati epidermis kulit

  • Goreskan tusuk gigi pada pipi bagian dalam mulut
  • Letakkan hasil goresan tusuk gigi tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat tersebut melalui mikroskop
  • Gambar hasil pengamatanmu
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampak pada preparat

Kegiatan IV mengamati penampang melintang batang dikotil dan monokotil

  1. Gambar Sel Mati (Sel Gabus)

Sel Mati (Sel Gabus) tidak melakukan aktifitas dan tidak memiliki bagian-bagian seperti pada sel tumbuhan karena sel gabus adalah bagian dari Sel tumbuhan.Sel gabus adalah jaringan pada tumbuhan agar jaringan di bawah Sel gabus ini tidak kehilangan kebanyakan air. Setelah diamati dapat disimpulkan bahwa sel gabus: bersifat kedapair,jaringan gabus dibentuk oleh kambium/felogen,sel gabus bagian dalam merupakan sel hidup yang disebut feloderm bagian luar berupa sel sel mati disebut felem.

  1. Gambar Sel Kulit Bawang Merah

Sel bawang merah bentuknya berlapis-lapis seperti batu bata, di dalamnya terdapat cairan yang disebut cairan inti (nukleoplasma) berupa gel dan transparan dan cairan ini disebut karyotin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks. Fungsinya untuk melindungi vakuola. Mempunyai inti sel, memiliki cairan di dalamnya dan ada aktifitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.

  1. Gambar Sel Epitel

Sel epitelium rongga mulut merupakan epitelium pipih berlapis banyak. Sel ini tidak memiliki dinding sel nyata, tetapi memiliki membran sel yang berfungsi memberi bentuk pada sel. Pada bagian tengah sel terlihat adanya inti sel serta terdapat cairan sitoplasma. Sel epitelium rongga mulut memiliki membran sel dan pada bagian tengah sel terlihat adanya inti sel serta terdapat cairan sitopla.

  1. Gambar Stomata pada permukaan bawah daun Rhoe Discolour (tanaman basah)

D. HASIL PENGAMATAN

Sel epidermis Bawang                            Sel Gabus                                                   Sel Epitel

   

E. PEMBAHASAN

Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:

Sel hewantidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.

Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus.

Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.

 

F.   KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan sel gabus, sel bawang merah, Rhoe discolor dan sel epitelium dinding pipi bagian dalam kami mendapatkan kesimpulan bahwa setiap organisme tersusun atas sejumlah besar sel. Dari pengamatan sayatan sel gabus, sayatan kulit bawang merah, Rhoe discolor maupun sel epitel dinding pipi bagian dalam dapat disimpulkan sel merupakan penyusun semua tubuh makhluk hidup mulai dari prokariotik maupun eukariotik. Bahkan organisme terkecil sekalipun seperti amoeba dan organisme renik lainnya tersusun atas sel.Dari hasil pengamatan dapat kita melihat persamaanya, baik sel bawang merah, Rhoe discolor maupun sel epitelium dinding pipi bagian dalam semuanya mengandung inti (nukleus).

Bentuk sel bawang merah dan Rhie discolor juga sama yaitu berbentuk heksagonal. Sel Rhoe discolor memiliki stomata, sedangkan  Sel bawang merah bentuknya berlapis-lapis seperti batu bata di dalamnya terdapat cairan yang disebut cairan inti (nukleoplasma). Sel gabus bersifat kedap air, jaringan gabus dibentuk oleh kambium/felogen, sel gabus bagian dalam merupakan sel hidup yang disebut feloderm bagian luar berupa sel sel mati disebut felem. Sel epitelium rongga mulut merupakan epitelium pipih berlapis banyak. Sel ini tidak memiliki dinding sel nyata.

 G. RUJUKAN

http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/struktur-sel-tumbuhan-dan-hewan.html

http://biologi.blogsome.com/2007/07/30/sel-tumbuhan-2/

http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_tumbuhan

 

About these ads
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.